
Seperti angin yang tak pernah merencanakan kapan ia akan membelai daun, begitu pula pertemuan kita yang diam-diam dirancang oleh semesta. Di antara miliaran manusia dan putaran waktu yang tak henti, garis takdir kita bersinggungan di satu titik yang tak terlupakan. Bukan sebuah kebetulan, melainkan doa-doa rapuh yang akhirnya menemukan muaranya.
Pada Agustus 2023, takdir itu mulai bekerja lewat cara yang tak terduga. Berawal dari sebaris sapaan di ruang maya, pada sebuah unggahan tentang perayaan nada di sudut kota Cirebon. Niat hati sekadar mencari kawan untuk melarutkan diri dalam alunan syahdu Nadin Amizah dan magisnya melodi Yura Yunita. Namun siapa sangka, dari sanalah melodi kisah kita justru mulai bersahutan.



